Polling

Bagaimanakah kinerja Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Tak Dapat Perawatan Memadai, Lumba-lumba Terdampar di Pantai Bopong Mati

Berita Terbaru 12 Desember 2018 10:06:35 WIB Bidang Perikanan Tangkap dibaca 7 kali

Seekor lumba-lumba yang terdampar di Pantai Bopong, Kebumen, Jawa Tengah akhirnya mati. Lumba-lumba tersebut ditemukan oleh Manda Kuriyana (23) bersama warga setempat lainnya ketika terdampar di Pantai Bopong, Desa Surorejan, Kecamatan Puring pada Selasa (11/12/2018) kemarin.

Meski berhasil diselamatkan warga setempat dalam kondisi hidup, namun mamalia air itu akhirnya mati karena terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya. Salah satu warga setempat, Kasno mengungkapkan, setelah memastikan kondisi mamalia laut itu mati, bangkai ikan dikuburkan pada Rabu (12/12/2018) pukul 09.30 WIB.

Oleh warga dan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen, bangkai ikan lumba-lumba dikuburkan di sekitar pantai setempat. "Sejak ditemukan kemarin, memang ikan lumba-lumba tersebut belum mendapat sentuhan atau perawatan medis," ucap Kasno. Sebelum dikubur, petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen sudah melakukan pendataan.

Dari hasil pendataan, diketahui ikan lumba-lumba itu berjenis kelamin betina dengan panjang 146 sentimeter, diameter 66 sentimeter dan berat 35 kilogram. "Warga hanya memberikan perawatan seadanya. Kita hanya menampungnya di kolam dan memberikan pakan ikan laut. Setelah diberikan pakan, kemarin ikan itu sudah sempat sehat, sudah berenang kesana kemari, tapi lama-lama kondisinya kembali melemah hingga akhirnya mati," paparnya. Ikan yang oleh warga setempat sering disebut ikan celengan itu ditemukan dalam kondisi yang menganaskan, dengan luka-luka disekujur tubuhnya.

Warga setempat pun sempat menolong ikan itu saat pertamakali terdampar dengan mengembalikannya ke laut. Namun setelah dikembalikan oleh warga, ikan itu kembali menepi dan dikembalikan lagi ke pantai hingga lima kali. Setelah tak mampu kembali ke habitat asalnya, ikan itu kemudian ditampung dan dirawat oleh warga, pada kolam tambak udang yang sedang tidak digunakan. "Kami sudah sekitar 5 kali mengembalikan lumba-lumba itu ke tengah pantai tapi minggir lagi, mungkin karena sudah tidak kuat berenang lagi karena kondisinya yang luka. Terus kami bawa dan kami masukkan ke kolam. Rencananya kalau sudah sehat mau kami lepas kembali," tambah Manda. Namun sayang, meski sudah mendapatkan perawatan, lumba-lumba berjenis kelamin betina itu akhirnya mati.